Kamis, 10 Mei 2012

Nyatanya

Seharusnya kita bisa berlindung dibalik awan cerah. Tetapi nyatanya, kita hanya bersembunyi di balik awan gelap. Seharusnya kita bisa se-tegar karang. Tetapi nyatanya, kita bukan seperti karang. Seharusnya kita bisa berjalan lurus seperti roda. Tetapi nyatanya, kita bukan roda yang bisa berjalan lurus, tapi belok. Seharusnya kita bisa seperti peri. Tetapi nyatanya, kita hanya bermimpi.
Seharusnya kita bisa saling menjaga. Tetapi nyatanya, kita hanya ingin dijaga. Seharusnya kita mandiri. Tetapi nyatanya, kita tidak pernah ingin mandiri. Seharusnya kita realistis. Tetapi nyatanya, kita tidak bisa menerima apa adanya. Seharusnya kita bisa mengerti. Tetapi nyatanya, kita hanya ingin selalu dimengerti.
Seharusnya kita bisa sadar. Tetapi nyatanya, kita hanya bisa sadar dalam keadaan tertentu. Seharusnya hukum alam itu kita segani. Tetapi nyatanya, kita lawan dengan seribu ancang-ancang. Seharusnya langit itu bersih. Tetapi nyatanya, dipenuhi dengan dosa kita. Seharusnya kita mengejar hujan. Tetapi nyatanya, kita hanya dikejar hujan.
Seharusnya kita berani, berani karena benar. Tetapi nyatanya, hanya berlindung di balik kesalahan kita.
Seharusnya dewasa itu sikap.Tetapi nyatanya, dewasa itu hanya formalitas. Seharusnya kita bisa mengusap air mata oranglain. Tetapi nyatanya, kita masih terlalu lemah untuk mengusap air mata kita sendiri. Seharusnya kita mengedepankan fakta. Tetapi nyatanya, hanya isu. Seharusnya kita melihat pelangi. Tetapi nyatnya, hanya api. Seharusnya kita bisa melihat matahari di pagi hari. Tetapi nyatanya, hanya kumpulan asap yang terbang dilangit.
Seharusnya air itu dingin. Tetapi nyatanya, air menjadi panas seperti api. Seharusnya balita itu diam. Tetapi nyatanya, mereka kini bertingkah. Seharusnya bohong itu lawan. Tetapi nyatanya, mereka kini menjadi kawan. Seharusnya adzan itu menjadi seruan. Tetapi nyatanya, kini dihiraukan. Seharusnya kata tolong menjadi seruan. Tetapi nyatanya, kini di asingkan. Seharusnya perbedaan menjadi jalan untuk bersatu. Tetapi nyatanya, jadi faktor utama menjadi hancur.

Dan seharusnya semua tidak menjadi Seharusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar